Edan! Ada yang Menawarkan Diri untuk Dinikahi!

Poligami
"Bang Syaiha, kok hari ini belum ada tulisan baru?" sapa salah satu penggemar tulisan-tulisan saya    gila, ini pede banget gue. "Seharian, saya bolak-balik ke blog Bang Syaiha, tapi belum nemu tulisan-tulisan yang bener-bener baru. Bang Syaiha masih nulis setiap hari kan?" 

Sambil tersenyum simpul memandangi layar ponsel, saya mengetik beberapa kalimat singkat sebagai balasan, "Iya, masih. Hari ini memang belum sempat menulis di blog. Lagi ada saudara, mungkin nanti malam." 

"Oh begitu," ia menjawab cepat sekali, "saya kira, Bang Syaiha sudah tidak konsisten lagi seperti dulu. Atau, saya khawatir saja Bang Syaiha sakit atau kenapa gitu gitu. Soalnya, biasanya Bang Syaiha selalu pagi update blognya." 

Eit dah!!

"Saya sudah menikah dan punya anak loh, mbak. Jangan merayu-rayu." 

Dia membalas dengan emoticon cengiran, "Iya, Bang. Tahu. Saya kan ngikutin semua lini masa Bang Syaiha: Instagram, facebook page, dan twitter. Tentu saja saya tahu semuanya." 

"Oh, syukurlah kalau tahu." 

"Tapi, emang Bang Syaiha nggak berniat poligami?" 

Wuidih!!

Saya menggelengkan kepala pelan, "Nggak minat, Mbak. Lah wong saya dapetin satu aja susah. Masa, ketika sudah saya dapatkan, lalu saya sia-siakan dengan mendua? Halal sih, tapi saya tahu lah, sepertinya tidak ada perempuan yang mau dibegitukan, toh?" 

"Cie, setia nih yeee..." 

"Mbak ngeledek saya ya?" 

"Eh, nggak, Bang. Saya mah mana berani ngeledek idola sendiri." 

"Lah terus? Itu tadi maksudnya apa?" 

Diam sejenak, hingga hampir lima menit kemudian, dia baru membalas, "Cuma iseng-iseng berhadiah aja, Bang. Sebenarnya, saya sih menawarkan diri, kali aja beruntung. Tapi karena Bang Syaiha ternyata adalah lelaki yang baik    bener-bener sesuai dengan apa yang Abang tulis tentang keluarga dan pernikahan, maka saya sepertinya belum beruntung." 

Saya menelan ludah membaca pesan singkat dia barusan. Nggak kenal sama sekali kok menawarkan diri. Edan

Saya bingung hendak membalas apa, cuma, "Semoga mbak mendapatkan jodoh yang baik, dengan cara yang benar." 

...dan percakapan itupun selesai. 
.
.
.
.
.
.
.
*Nggak usah serius-serius amat bacanya. Semua tulisan di atas cuma fiksi. Nggak nyata. Tadi saya cuma bingung saja mau menulis apa, makanya iseng deh. Selamat malam!

Subscribe to receive free email updates: