Inilah 9 Fakta Seputar Kasus Kematian Armha

BONEPOS, BONE - Mahasiswi Alumnus Akademi Kebidanan (Akbid) Syekh Yusuf, Harmawati Binti Anwar Dolla 21 tahun, ditemukan tewas di sebuah kebun tebu di Dusun Tappareng, Desa Lappabosse, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Sejumlah teman dekat korban menilai kematian perempuan muda itu tidak wajar.

Sejumlah teman dekat korban malah curiga jika perempuan asal Desa Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara itu telah dibunuh oleh orang dekatnya sendiri. Terlebih lagi saat korban meninggalkan kos-kosannya di Makkasar, korban diantar oleh seorang pria yang diduga adalah pacarnya
Kepada salah satu temannya yakni Shendy, Armha sempat bercerita terkait hubungannya dengan salah satu anggota Brimob di Makassar yang bernama Arya Maulana, dimana pernyataan itu ditulikan Shendy pada walk Facebook Almarhumah.

Berikut beberapa fakta seputar kematian Armha:
 
1. Pada Jumat malam 11 Agustus 2016, Armha berpamitan kepada Harfan selaku pemilik Kos di Jalan Landak Baru, Makassar. Alasannya kepada penjaga kos, dia akan pulang ke kampung halamannya di Desa Tinanggea, Konawe Selatan.

2. Saat itu, Armha dijemput oleh seorang pria di parkiran dengan menggunakan motor Satria FU 120, Warna Hitam merah. Saat pergi meninggalkan kos-kosannya, penjaga kos melihat Armha mengenakan switer berwarna biru tua dipadukan dengan celana jeans warna biru.
[next]

3. Sejak hari itu, beberapa teman dekat Armha mulai kehilangan kontak telefon maupun BBM dengan korban, salah satunya adalah Vhyvy. Padahal pada tanggal 10 malam, Vhyvi sempat berkomnukasi dengan Armha dimana dia mengaku akan menikah setelah lebaran.

4. Kemudian pada Senin malam 15 Agustus 2016, tepatnya pukul 18.00 WITA, jasad yang diduga adalah Armha ditemukan oleh seorang peternak sapi di Dusun Tappareng, Desa Lappabosse, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone.

5. Saat ditemukan, tidak ada satupun identitas yang melekat baik ditubuh maupun di saku celana korban. Polisi hanya menemukan sebuah tas berwarna merah dan pada bagian laci tas tersebut ditemukan dua lembar foto, dimana korban mengenakan seragam mahasiswi dan berpakaian biasa tanpa jilbab.

6. Saat jenazah korban dibawa ke kamar duka RSUD Tenriawaru Bone, Polisi kemudian mulai melakukan pencarian, terkait identitas korban. Sekitar beberapa jam kemudian, Polisi Bone mendapatkan informasi dari Polres Kendari, perihal identitas korban sesuai dengan foto yang dikirimkan.

[next]
7. Kepala Satuan Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko mengaku bahwa pihaknya meminta bantuan identifikasi ke Polda Sulsel, khususnya mengenai sidik jari korban.  Sebelum akhirnya melakukan penyelidikan terkait kematian korban.

8. Tim forensik Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Makassar yang melakukan pemeriksaan di kamar kos nomor 15 yang ditempati Armha menemukan kotak susu untuk ibu hamil, serta beberapa buah-buahan seperti mangga dan jeruk. 

9. Untuk memastikan jasad tersebut 100 persen adalah Armha, pada Selasa malam 16 Agustus 2016, Tim forensik Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Makassar berangkat ke Bone untuk melakukan identifikasi terhadap jenazah korban.

PEWARTA : SUPARMAN WARIUM
EDITOR : RISWAN 
COPYRIGHT © BONEPOS 2016

Subscribe to receive free email updates: