Standar kecantikan setiap lelaki berbeda-beda. Ada yang suka dengan perempuan yang langsing, tinggi, berambut panjang, dan memiliki maaf ukuran dada yang tidak begitu besar. Perempuan tipe begini, di jaman saya dulu, sering dibilang dengan istilah kutilang dara, kurus tinggi langsing, dada rata sekali lagi maaf.
Lalu, ada yang kebalikannya. Suka ke perempuan yang agak berisi, tidak terlalu tinggi, dan berpipi chubby. Teman-teman saya dulu, ketika saya masih duduk di bangku SMA, sering menyebut perempuan tipe begini dengan istilah semok, bohay, dan lainnya. Tidak perlu kuatir juga, karena lelaki yang suka dengan perempuan begini juga banyak.
Lain lagi teman saya yang memiliki wajah rupawan. Ganteng. Ketika menikah, ternyata dia menikahi seorang gadis yang menurut kami memiliki bentuk bibir yang agak maju ke depan. Yah, nggak maju-maju amat sih. Tapi cukup maaf tonggos lah untuk ukuran seorang perempuan. Tapi toh teman saya yang lelaki mencintainya setengah mati.
Apa yang ingin saya bilang? Yaitu, bahwa kecantikan adalah relatif. Jelek mutlak!
Ketika Raisa menikah kemarin misalnya, beranda sosial saya ramai mengatakan bahwa itu adalah hari patah hati nasional. Ramai juga orang-orang membicarakan tentang pernikahan itu. Hingga tidak kalah, muncul meme-meme yang cukup menghibur juga.
Konon katanya, Raisa adalah perempuan paling cantik entah kapan dilakukan surveynya dan siapa korespondennya. Makanya banyak lelaki yang kemudian alay dan bilang patah hati ketika Raisa menikah dengan orang lain. Bukan dengan dirinya ya iyalah, lagian siapa dia, sampai-sampai seorang artis memilih dia?
Melihat begitu masifnya obrolan tentang pernikahan Raisa, kemudian saya pun Googling dengan kata kunci Raisa. Hasilnya seperti yang kalian lihat di postingan ini. Kemudian, serta merta, bibir saya membulat dan bersuara, "Oh... Ini orangnya..." begitu saja.
Cantik kah dia? Bisajadi. tergantung siapa yang melihat.
Kan di atas saya bilang, cantik itu relatif. Bagi sebagian lelaki mungkin dia cantik. Tapi bagi saya kok biasa-biasa saja ya? Bagi sebagian lelaki lain, yang memiliki pandangan sama dengan saya, mungkin juga akan berkata bahwa Raisa biasa-biasa saja. Apa sih istimewanya?
Mengapa demikian? Karena standar kecantikan kami tidak seperti Raisa.
Ada yang memiliki standar, bahwa perempuan yang cantik adalah perempuan yang menutup auratnya. Memakai pakaian yang menutupi rambut dan dadanya. Yang jilbabnya menjuntai anggun. Seperti Oky Setiana Dewi, mungkin. Atau Ummi Pipik. Atau seperti istri saya. Eh...
Tapi beneran sih, bagi saya yang paling cantik ya dia, istri saya. Karena dia, dengan segala lebih dan kurangnya, mampu menerima saya yang penuh kekurangan. Kaki saya pincang, nggak bisa pakai motor, wajah hitam, jelek, dan banyak jerawatnya, lalu dia menerima saya apa adanya. Mau mengandung anak saya, melahirkan dengan penuh juang dan tenaga. Lalu, dengan segala apa yang dia lakukan, adakah perempuan yang lebih cantik dari dia?
Bagi saya nggak ada!
Makanya ketika Raisa menikah kemarin saya tidak apa-apa, tidak patah hati jadi dua. Karena saya sudah punya cinta di rumah. Juga karena saya tidak alay.
Akhirnya, saya berpesan buat yang kemarin ngakunya patah hati: Pertama, teruslah perbaiki diri. Banyak bertaubat, mendekat kepada Allah dan mintalah jodoh terbaik. Kedua, bekerja keraslah, jangan malas. Karena ke depan biaya pernikahan akan semakin mahal. Ketiga, beli cermin dan sering-sering lah berdiri disana, agar tampil lebih rapi dan mengerti seperti apa adanya diri kita. Keempat, Makan yang banyak dan bergizi biar sehat dan tidak sakit.
Demikian